Ibu Asal NTT Buktikan Usaha Jajanan Tetap Ramai Meski Ada Makan Bergizi Gratis

    Ibu Asal NTT Buktikan Usaha Jajanan Tetap Ramai Meski Ada Makan Bergizi Gratis
    Ibu Asal NTT Buktikan Usaha Jajanan Tetap Ramai Meski Ada Makan Bergizi Gratis

    Setahun program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan, tak terlihat tanda-tanda usaha makanan Adriana Hedmunrewa, warga Desa Kaliwano, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), sepi pembeli bahkan gulung tikar. Alih-alih merengut usahanya terimbas, dia justru bersyukur.

    Meski sudah ada MBG, para siswa tetap membeli jajanan yang dia jual di kantin, seperti nasi bungkus, gorengan, dan es. Adriana mengaku pendapatannya masih stabil baik sebelum maupun setelah adanya MBG.

    “Kalau lagi laku, dapat sekitar Rp 650 ribu sebulan, ” kata Adriana, ditemui Jumat (13/2).

    Bahkan, berkat MBG, Antonio Adrian Stefanus—anaknya yang juga bersekolah di tempat dia berjualan—kini lebih aktif. Belajarnya pun lebih rajin.

    Untuk pelajaran matematika, misalnya, jika sebelumnya harus selalu didampingi, kini Antonio sudah percaya diri untuk belajar sendiri.

    Sejak rutin mendapat MBG, Adriana bercerita, anaknya punya kebiasaan baru setiap malam sebelum tidur. Antonio kerap menutup hari dengan belajar tanpa peduli dengan layar televisi.

    Tentu saja perubahan perilaku itu membuat rata-rata nilainya menjadi naik. Saat ini, Antonio yang duduk di kelas 6 memiliki nilai tinggi untuk hampir semua mata pelajaran.

    “Ya, saya sempat lihat dia punya nilai waktu terima rapor. Cuma satu yang nilainya tujuh. Semuanya rata-rata delapan, ” kata Adriana.

    Dia berharap program MBG bisa terus dijalankan. Menurutnya, MBG telah terbukti membawa perubahan positif bagi anaknya.

    “Ada keuntungan buat kita yang tidak mampu kasih uang jajan anak. ‘Biar tidak ada uang jajan, yang penting ada MBG, ’ mereka bilang begitu, ” katanya.

    ibu asal ntt buktikan usaha jajanan tetap ramai meski ada makan bergizi gratis
    Aa Ruslan Sutisna

    Aa Ruslan Sutisna

    Artikel Sebelumnya

    Pendaftaran Guru Sekolah Garuda Ditutup...

    Artikel Berikutnya

    Tradisi Kuliner Nusantara Hadir di Sekolah:...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Ribuan Santri Siap Bela Negara di Siliwangi Santri Camp 2026
    Siliwangi Santri Camp 2026 Siapkan 1.000 Santri Jawa Barat Jadi Generasi Tangguh, Religius, dan Nasionalis
    Jadi Ketum PB IPSI, Sugiono Upayakan Pencak Silat Masuk Kurikulum dan Kian Mendunia
    Cerita Prabowo 34 Tahun Mengabdikan Diri Kembangkan Pencak Silat
    Sugiono Pimpin IPSI: Targetkan Pencak Silat Masuk Kurikulum Nasional

    Ikuti Kami