Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Rahul, secara lantang melayangkan pujian setinggi langit kepada Kapolda Riau, Herry Heryawan, beserta seluruh jajarannya. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan mereka dalam membongkar sindikat peredaran narkotika yang meresahkan di wilayah pesisir Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir.
Menurut pandangan Rahul, pencapaian ini bukan sekadar kemenangan dalam ranah penegakan hukum semata. Ia melihatnya sebagai benteng pertahanan vital yang berhasil menahan gempuran narkoba, sebuah ancaman yang kian mengkhawatirkan dan menggerogoti masa depan bangsa, terutama di daerah-daerah yang rentan seperti pesisir.
"Peredaran narkoba bukan hanya persoalan kriminalitas biasa. Ini adalah ancaman nyata terhadap masa depan generasi bangsa. Banyak keluarga yang hancur, banyak anak muda yang kehilangan arah hidup akibat jerat narkotika, " ungkap Rahul dengan nada prihatin.
Ia menegaskan bahwa respons cepat dan sigap yang ditunjukkan oleh Polda Riau sejalan selaras dengan komitmen nasional. Ini adalah upaya memperkuat landasan hukum dan melindungi generasi penerus, sebuah prioritas utama Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan nasional dari ancaman candu yang merusak.
Rahul menjelaskan, pesisir seperti Panipahan seringkali menjadi titik masuk dan jalur distribusi bagi para pengedar. Faktor geografis yang terbuka memang memudahkan mereka. Oleh karena itu, kehadiran negara melalui tindakan tegas aparat menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai peredaran narkoba sejak dari hulu.
Lebih jauh, Rahul juga menyoroti dan mengapresiasi tindakan tegas yang diambil terhadap oknum anggota kepolisian yang terbukti tersangkut dalam jaringan narkoba. Baginya, langkah ini mencerminkan komitmen mendalam untuk menjaga kehormatan institusi kepolisian dan memastikan bahwa hukum berlaku tanpa pandang bulu.
"Tidak boleh ada toleransi, termasuk terhadap aparat yang menyalahgunakan kewenangan. Penindakan ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan bahwa institusi penegak hukum tetap berpihak pada masyarakat, " tegasnya.
Rahul berpandangan bahwa peperangan melawan narkoba bukanlah perjuangan sesaat atau terkotak-kotak. Ini harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen bangsa, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga partisipasi aktif dari masyarakat luas.
Ia juga mendorong penguatan upaya pencegahan. Edukasi yang menyasar generasi muda, peningkatan pengawasan di area rawan, serta sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk menutup setiap celah yang bisa dimanfaatkan oleh jaringan narkotika.
"Penindakan harus berjalan seiring dengan pencegahan. Kita tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga harus memastikan tidak ada lagi generasi muda yang terjerumus. Ini soal masa depan bangsa, " katanya dengan penuh keyakinan.
Rahul berharap, kesuksesan ini dapat menjadi katalisator untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkoba secara sistematis dan berkelanjutan. Sekaligus, ini adalah penguatan komitmen nasional dalam membasmi narkotika hingga ke akarnya.
"Ini bukan hanya tugas aparat, tetapi bagian dari upaya besar negara dalam menjaga masa depan generasi bangsa, sebagaimana arah kebijakan nasional yang menempatkan perlindungan rakyat sebagai prioritas utama, " tutupnya.

Aa Ruslan Sutisna