Andi Iwan Aras: Hunian Tetap Strategis Pulihkan Warga Terdampak Bencana

    Andi Iwan Aras: Hunian Tetap Strategis Pulihkan Warga Terdampak Bencana
    Andi Iwan Aras: Hunian Tetap Strategis Pulihkan Warga Terdampak Bencana

    Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Partai Gerindra, Andi Iwan Darmawan Aras, mendorong percepatan relokasi lahan hunian tetap atau huntap bagi warga terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di DPR RI. Dorongan tersebut disampaikan dalam pembahasan di Senayan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

    Menurut Andi Iwan Darmawan Aras, percepatan penyediaan hunian tetap menjadi langkah strategis agar masyarakat terdampak segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman. Ia menilai, tanpa kepastian hunian, proses pemulihan sosial dan ekonomi warga akan berjalan lambat.

    Kader partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto itu menegaskan, penyediaan huntap membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sekaligus optimalisasi aset negara untuk menjamin ketersediaan lahan siap bangun.

    “Kami berharap penyediaan lahan untuk hunian tetap dapat segera direalisasikan, baik dari tanah pemerintah, BUMN, maupun PTPN, kemudian pelaksanaannya dilakukan oleh Kementerian Perumahan melalui pembangunan rumah-rumah tetap, ” ujar Andi.

    Selain pembangunan hunian tetap, ia menjelaskan bahwa rumah warga dengan kategori rusak ringan hingga sedang dapat ditangani melalui berbagai skema bantuan yang telah tersedia.

    Skema tersebut mencakup program Bedah Rumah, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau BSPS, serta bantuan rehabilitasi dari Kementerian Sosial, termasuk bantuan sosial dengan nilai hingga puluhan juta rupiah.

    Dalam kesempatan yang sama, politisi Fraksi Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia itu juga menyoroti pentingnya efisiensi pembangunan rumah pascabencana. Ia mendorong pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di lokasi terdampak, seperti kayu gelondongan yang terbawa arus banjir, agar tidak menjadi limbah dan dapat digunakan sebagai material bangunan.

    “Mungkin diperlukan diskresi terkait pemanfaatan kayu-kayu gelondongan tersebut agar dapat difungsikan untuk pembangunan rumah sehingga mampu menekan pembiayaan, baik dari APBN maupun CSR, ” jelasnya.

    Lebih lanjut, Andi menekankan peran krusial Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dalam memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa musim penghujan baru memasuki tahap awal sehingga potensi bencana susulan masih cukup tinggi.

    “Kami terus meminta BMKG untuk memberikan early warning kepada masyarakat dan pemerintah daerah agar risiko bencana susulan dapat diantisipasi dengan lebih baik, ” tegasnya.

    andi iwan aras hunian tetap strategis pulihkan warga terdampak bencana
    Aa Ruslan Sutisna

    Aa Ruslan Sutisna

    Artikel Sebelumnya

    Kayu Hanyut Jadi Material Rehabilitasi,...

    Artikel Berikutnya

    Rotasi Jabatan PJU dan Kapolsek, Kapolres...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Pertemuan Menlu ASEAN di Cebu Bahas Keutuhan dan Kekuatan Bersama di Asia Tenggara
    Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Sumbang Dana sebagai Langkah Konkret Rehabilitasi Gaza
    Menlu Sugiono Bantah Narasi Indonesia Ikut Agenda Israel di Board of Peace
    Polsek Cikidang Polres Sukabumi Laksanakan DDS di Desa Cikarae Toyibah
    Polsek Cikidang Polres Sukabumi Laksanakan DDS di Desa Pangkalan

    Ikuti Kami