Sukabumi , – Kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari ke Kampung Nelayan Merah Putih Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, menjadi momen penting bagi masyarakat pesisir. Dalam kunjungan tersebut, dua sosok yang sangat relevan dengan dunia perikanan dan kelautan, Sarwono, A.Pi (Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu) dan Sri Padmoko (Kepala Dinas Perikanan Sukabumi), terus mendampingi Qodari. Keduanya menjawab secara rinci setiap pertanyaan yang diajukan, memastikan aspirasi nelayan tersampaikan dengan jelas dan terarah, Kamis (29/01/2025).
Sarwono lahir di Banyumas dan menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta dengan program D4 Teknologi Penangkapan Ikan. Berbekal latar akademik dan pengalaman panjang memimpin berbagai pelabuhan perikanan di Indonesia, ia memahami betul realitas kehidupan nelayan. Dalam dialog bersama KSP, Sarwono menekankan persoalan pendangkalan dermaga dan musim paceklik yang berdampak langsung pada produktivitas nelayan. Dengan penguasaan teknis dan manajerial, ia tampil sebagai jembatan penting antara nelayan dan pemerintah pusat.
Sri Padmoko, yang juga memiliki latar akademik di bidang perikanan dan kelautan, memperkuat penjelasan Sarwono dengan data dan kebijakan daerah. Sebagai Kepala Dinas Perikanan Sukabumi, ia menegaskan perlunya sinergi antara pusat dan daerah agar program perikanan berjalan efektif. Fokusnya mencakup penyediaan sarana penangkapan, penataan pasar ikan, hingga perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Kehadirannya memastikan bahwa suara nelayan masuk dalam agenda pembangunan daerah secara nyata.
Kampung Nelayan Merah Putih
Dalam kunjungan ke Ciwaru, Muhammad Qodari meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih, program strategis Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah nyata negara untuk menghadirkan fasilitas modern bagi nelayan: tempat sandar kapal, pelelangan ikan, kios pembekalan, cold storage, hingga bengkel mesin.
"Program ini harus membuat nelayan lebih produktif, lebih aman, dan pada akhirnya bisa tersenyum karena penghidupan yang semakin membaik, " ujar Qodari.
Sinergi Tiga Pihak
Kehadiran Sarwono dan Sri Padmoko yang terus mendampingi KSP Qodari memperlihatkan sinergi kuat antara pusat dan daerah. Dengan latar akademik yang sama-sama berakar di bidang perikanan dan kelautan, keduanya mampu menjelaskan persoalan nelayan secara komprehensif: dari aspek teknis di lapangan hingga kebijakan pembangunan daerah.
Inspirasi untuk Nelayan
Momentum ini menegaskan bahwa kesejahteraan nelayan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kepedulian, pengetahuan, dan komitmen. Sarwono dan Sri Padmoko, dengan pengalaman dan penguasaan akademik mereka, menjadi figur inspiratif yang memastikan suara nelayan tidak hanya didengar, tetapi diwujudkan dalam kebijakan nyata demi masa depan masyarakat pesisir yang lebih baik.
matasosial

Aa Ruslan Sutisna